KUTOARJO PUNYA LEGENDA
Dicatat dari penuturan Bapak Waluyo (pemain LLB dan BRPC)
Hobby memelihara dan melombakan merpati pos akhir2 ini tampak nampak menjamur di berbegai daerah. Tidak terkecuali bagi daerah2 non perkotaan...akses mendapat merpati pos berkualitas pun kian mudah..berbagai macam media dan teknologi di era sekarang memudahkan hobbies merpati pos untuk menikmati hobbi satu ini. Tapi hal ini tidak berlaku di era era lampau terutama bagi masyarakat non perkotaan besar..seperti kutoarjo...
Adalah bapak Hadi Pudjo Kismojo, laki-laki asal Senepo Barat Kutoarjo yang memilih menekuni hobbi merpati pos sejak era tahun 1950an. Beliau lebih memilih memelihara merpati pos di tengah2 masyarakat yang marak memelihara merpati thomprang atau jawa sungut pada masa itu. Pada saat itu merpati pos baru dimiliki beberapa pihak yang kebanyakan orang orang belanda yang masih tinggal di Indonesia Awal cerita beliau memelihara merpati pos adalah karna beliau mendapat (bandangan) merpati pos yang dilepas dari kutoarjo oleh orang belanda yang tinggal di Jakarta. Pada zaman tersebut kepemilikan merpati pos harus memiliki semacam sertifikat..karena saat itu merpati pos memang berkaitan fungsinya sebagai salah satu media pembawa pesan. Maka tidak sembarang orang bisa memiliki karena akan dicurigai pihak belanda..
singkat cerita merpati pos yang didapat tersebut dipotong gelangnya dan dipelihara pria berkelahiran tahun 1921 tersebut hingga berkembang biak ..tentunya awal memelihara dengan cara2 sembunyi2...
Baru pada era 1965an pria yang berprofesi sebagai tukang Kemasan (pengrajin Emas) tersebut bertemu dengan pihak-pihak yang hobby memelihara merpati pos
Diantaranya koh Tje Hien, koh Djeng Kie, pak Wardi, pak harjo Poniran dan beberapa pihak lain.
Pada zaman tersebut menikmati merpati pos di daerah non perkotaan tentu berbeda dengan yang berada di kota besar misal Jakarta atau Bandung... tidak ada jam lomba atau sarana lomba lain..cara mereka menikmati hobbi ini adalah dengan mengadakan lepas bersama paling jauh Semarang. Pada saat itu melepas merpati ke semarang merupakan suatu yang masih sulit karena akses kendaraan bisa masih dibilang langka...
Kapan waktu merpati pulang tidak pernah dicatat yang terpenting mpos bisa pulang.
Menurut keterangan putra beliau, pak Waluyo, pada zaman tersebut merpati beliau banyak diambil orang bandung dll .karena suatu waktu ada orang bandung yang berkunjung ke kutoarjo sekitaran stasiun kutoarjo yang melihata gerombolan merpati pos ngawang..
Seperti pepatah " kacang ninggalo lanjaran" hobbi merpati pos pak Hadi Pudjo Kismojo juga menurun kepada anaknya yaitu pak Waluyo ( salah satu pemain LLB dan BRPC sekarang masih aktif)
menurut penuturan pak Waluyo pada sekitar tahun 1980an beliau pernah membawa merpati pos untuk dipelihara di jakarta dari kutoarjo milik ayahnya..pernah suatu waktu merpati tersebut terlepas dan pulang ke kutoarjo padahal merpati tersebut belum pernah digabur dari jakarta sebelumnya..
Menurut penuturan pak Waluyo bapak Hadi masih memelihara merpati pos sampai akhir hayat beliau. Tahun 1996 beliau wafat dan saat itu dirumahnya masih berdiri kandang merpati pos kesukaannya....
Sebuah kenangan akan tetap abadi saat ada yang mengingatnya...Semoga Allah selalu merahmati beliau.
Tulisan ini di tulis tgl 14 April 2018
Oleh om Raptor Loft








0 comments:
Posting Komentar